SI BUTET dari YOGYA
Menarik sekali menyaksikan siaran langsung Deklarasi Damai Capres/Cawapres 2009 kemarin. Acara yang sebenarnya sudah basi karena dilakukan jauh setelah masa kampanye resmi, menyajikan suasana diluar bayangan semua pihak. Acara itu seharusnya jadi panggung buat KPU karena menunjukkan kesetiaan mereka mendukung pasangan SBY-Bud, sehingga rela memundurkan kegiatan dari jadwal yang sudah mereka susun. Acara itu malah seharusnya juga jadi panggung SBY, karena persiapan sudah jauh-jauh hari mereka lakukan. Tapi apa yang terjadi? Si Butet dari Yogya ternyata mengubah semuanya menjadi mimpi buruk bagi Tim Sukses SBY dan KPU, sebab sang incumbent sepanjang acara menunjukkan muka mutung dan ekspressi tidak senang. Bisa dibayangkan betapa pusingnya para hulu balang itu menghadapi amukan sang majikan setelah acara.
Sebenarnya tidak ada yang baru yang disampaikan oleh Si Butet, semuanya fakta belaka. Monolog yang disampaikan seniman tersebut bukanlah sesuatu yang luar biasa, setiap hari kita membacanya di media cetak dan melihatnya di televisi. Tetapi, tentu ini menjadi masalah ketika disampaikan di depan muka SBY di tengah masa kampanye pilpres. Presiden yang sangat banyak bersandar pada politik citra sebagai pemimpin yang sempurna itu, tentu merasa tergerus kapital politiknya. Sebab kritikan Si Butet dilakukan di depan hidungnya, jadi tak usah heran kalau mukanya ditekuk dengan sangar.
Sebenarnya ini adalah kesalahan KPU yang terlalu berpihak dan seremonial. Akibatnya kita berkesempatan menyaksikan atraksi panggung yang cerdas, segar dan belum pernah terlihat sejak SBY menjadi presiden. Sekarang kita melihat sisi lain dari wajah SBY, yang selama ini dibungkus topeng rapat-rapat.
Terima kasih BUTET!
Posted by
at
10:38:24