PERANG.....PERANG LAGI!!!!
Timur Tengah mendidih lagi, ratusan orang meregang nyawa sia-sia. Beirut dihujani bom, infrastrutur dan pemukiman luluh lantak dan darah tertumpah. Di sebelah lain, Haifa berdarah, anak-anak dan orang dewasa diakhiri hidupnya secara paksa. Di satu sisi kekuatan tentara yang terorganisir dan modern sementara di sisi yang lain kekuatan resistensi yang mengakar hingga ke bawah. Di satu sisi "negara"yang mendapat dukungan super power dunia sementara di sisi lain "kelompok"yang mendapat dukungan para penentang hegemoni super power.
Cerita timur tengah, Palestina-Libanon-Israel adalah tragedi kemanusiaan, tragedi agama, ragedi politik dan tragedi sejarah. Entah dari mana benang kusut mau ditarik untuk merubah keadaan, apakah mau dari jaman nabi-nabi ataukah dari kolonialisme yang mencabik-cabik daerah itu ataukah dari saat akhir PD II? Jika semua soal di atas dijadikan pijakan maka tak ada solusi yang bisa dibayangkan dapat dicapai. Sudah dicoba bertahun-tahun, belum ada yang berhasil. Anwar Sadat menemui ajal karena mencobanya. Yitzhak Rabin (?) juga meregang nyawa karena bom. Yasser Arafat menderita bertahun-tahun. Ahh, betapa sulit mencari pemecahan untuk wilayah ini.
Masalah di wilayah ini. hanya mungkin diselesaikan oleh mereka sendiri, tanpa campur tangan pihak manapun. Sebab pihak-pihak di luar mereka punya kepentingan dan agendanya masing-masing untuk memelihara konflik ini agar tetap dalam garis equilibrium. Yang artinya setiap saat bisa mereka mainkan untuk kepentingan masing-masing.
Hanya ketika penduduk di wilayah itu sudah muak baku bunuh dan menyadari bahwa mereka perlu melanjutkan kehidupan dengan normal, barulah perdamaian mungkin diwujudkan. Titik berangkatnya haruslah masa depan bersama. Israel harus menyadari bahwa hanya dengan Palestina yang merdeka dan Libanon yang berdaulat eksistensi mereka bisa dijamin. Sebaliknya Palestina dan Libanon harus menyadari bahwa hanya kesediaan mereka mengakui keberadaan negara Israel dan bertetangga dengan damai yang memungkinkan mereka menjalani kehidupan dengan normal.
Persoalan timur tengah bukan soal agama, jauh lebih kompleks dari itu. Agama hanyalah sumbu ledak di satu sisi dan bensin di sisi yang lain. Banyak masalah di sana: tanah, pekerjaan, air, senjata, kehormatan, kelanjutan hidup, kedaulatan, kemerdekaan, minyak, ideologi, politik dan seterusnya dan seterusnya.
Orang-orang biasa di sana yang harus mengambil alih. Bicara dengan lantang kepada para pemimpinnya dan kepada seluruh dunia: KAMI MUAK SALING MEMBUNUH, BIARKAN KAMI MENCICIPI HIDUP DAMAI! Rakyat di wilayah itu harus mulai merajut kebersamaan untuk melepaskan diri dari sandera para pemimpinnya dan dari orang luar yang punya kepentingan dan agenda tersembunyi. Hanya dengan jejaring di antara rakyat di wilayah itu sajalah perdamaian punya harapan, para pemimpin terlanjur hanya mengenal satu cara, PERANG! Suka atau tidak, itulah faktanya.





